Perencanaan Wilayah dan Kota
Apa itu PWK?
PWK adalah singkatan dari Perencanaan Wilayah dan Kota,
sebuah bidang studi multidisiplin yang berfokus pada perencanaan dan
pengelolaan ruang, baik dalam skala kota maupun wilayah yang lebih luas. PWK
mempelajari kondisi spasial suatu wilayah dan merencanakannya secara
berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di masa depan.
Menurut Sutami (2004), PWK merupakan kegiatan yang mencakup
analisis, evaluasi, serta penyusunan rencana pembangunan dalam suatu ruang
wilayah dengan memperhatikan berbagai aspek secara terpadu—termasuk sosial,
ekonomi, dan lingkungan. Tujuan utamanya adalah menciptakan ruang yang
fungsional, berkelanjutan, adil, dan layak huni bagi semua lapisan masyarakat.
Asal Usul
Istilah: Dari Planologi ke PWK
Tahukah Anda?
Sebelum istilah “PWK” dikenal luas, masyarakat Indonesia lebih akrab dengan
istilah “planologi”.
Planologi berasal dari bahasa Belanda planologie, yang
secara harfiah berarti ilmu tentang perencanaan. Istilah ini mulai dikenal di
Indonesia karena pengaruh pendidikan Belanda, khususnya pada masa awal
pengembangan pendidikan tinggi teknik di Tanah Air. Sejak masa kolonial,
kota-kota di Indonesia dirancang dengan pendekatan tata ruang ala Eropa, yang
kemudian melahirkan kebutuhan akan tenaga ahli dalam bidang ini.
Pendidikan planologi secara resmi diperkenalkan pertama kali
di Indonesia melalui Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1959. Program
ini menjadi tonggak awal bagi pengembangan ilmu perencanaan tata ruang di
Indonesia.
Planologi vs. PWK: Apa Bedanya?
Meskipun sering dianggap sama,
sebenarnya terdapat perbedaan antara istilah “planologi” dan “PWK”. Planologi
cenderung mengacu pada ilmu perencanaan secara umum—meliputi teori, prinsip,
dan metode perencanaan lintas sektor. Sementara itu, PWK lebih spesifik sebagai
program studi yang fokus pada perencanaan spasial, yakni bagaimana suatu ruang
diatur, dimanfaatkan, dan dikembangkan secara optimal pada tingkat kota atau
wilayah tertentu.
Dalam konteks pendidikan tinggi
di Indonesia saat ini, istilah “PWK” lebih banyak digunakan dibandingkan
“planologi”. Hal ini mencerminkan pergeseran paradigma dari pendekatan yang
bersifat konseptual-teoretis ke arah yang lebih aplikatif dan kontekstual,
sesuai kebutuhan pembangunan wilayah dan kota di Indonesia yang semakin
kompleks.
Apa Saja Prospek Kerja Lulusan PWK?
Lulusan PWK memiliki peluang kerja yang sangat luas di berbagai sektor, baik pemerintahan, swasta, maupun lembaga internasional. Beberapa prospek kerja yang umum antara lain:
- Perencana Tata Ruang – Bekerja di
pemerintah daerah, kementerian (seperti Kementerian ATR/BPN, Bappenas, atau
Kementerian PUPR), maupun konsultan perencanaan, untuk menyusun RTRW, RDTR, dan
dokumen perencanaan lainnya.
- Konsultan Perencana – Bergabung dengan
perusahaan konsultan bidang perencanaan, pembangunan wilayah, transportasi,
atau lingkungan.
- Tenaga Ahli di Lembaga Internasional –
Misalnya di proyek-proyek UNDP, ADB, GIZ, dan organisasi lain yang mendukung
pembangunan berkelanjutan.
- Peneliti dan Akademisi – Mengembangkan
kajian perencanaan kota dan wilayah di universitas atau lembaga riset seperti
LIPI, BRIN, atau lembaga think tank lainnya.
- Wirausaha dan Startup – Lulusan PWK
juga dapat mengembangkan usaha di bidang pemetaan digital, sistem informasi
geografis (SIG), aplikasi transportasi, maupun urban development.
- Pengembang Properti dan Real Estate –
Terlibat dalam perencanaan kawasan, pengembangan hunian berkelanjutan, dan
pengelolaan ruang komersial.
- Ahli GIS (Geographic Information
System) – PWK membekali lulusannya dengan keterampilan teknis SIG yang banyak
dibutuhkan di berbagai bidang.
Dengan semakin kompleksnya isu-isu perkotaan dan wilayah seperti perubahan iklim, urbanisasi, serta kesenjangan antarwilayah, kebutuhan akan tenaga profesional di bidang PWK pun terus meningkat. Lulusan PWK diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menjawab tantangan pembangunan dengan solusi inovatif dan berkelanjutan.
Konten disususn oleh Kelas A PWK UNESA 2024