Pendekatan Partisipatif Mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Unesa dalam Mengkaji Urban Heat Island di Kampung Tepi Rel Dupak Magersari
Surabaya – Mahasiswa Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Universitas Negeri Surabaya melaksanakan kegiatan Studio 3 (Perencanaan dan Pengelolaan Kawasan) dengan mengangkat tema Urban Heat Island (UHI) Sebagai fokus utama pembahasan. Studi ini mengambil lokasi di Kampung Tepi Rel Dupak Magersari, Kelurahan Jepara, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya, yang merupakan kawasan permukiman padat dan berada di sekitar jalur rel kereta api.
Kegiatan Studio 3 ini dilaksanakan oleh sekelompok mahasiswa Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Negeri Surabaya Kelas B dengan pendampingan dosen pengampu, Ibu Abdiyah Amudi, S.T., M.T. Selain itu, mahasiswa juga bekerja sama dengan ARKOM Jatim (Arsitek Komunitas Jawa Timur) yang berperan sebagai fasilitator dan pendamping selama proses kegiatan lapangan berlangsung. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat pendekatan partisipatif antara mahasiswa dan masyarakat dalam memahami serta merespons fenomena Urban Heat Island di kawasan permukiman.
Rangkaian kegiatan ini diawali dengan riset awal terkait karakteristik Kampung Tepi Rel Dupak Magersari serta kajian literatur mengenai fenomena Urban Heat Island. Setelah itu, mahasiswa melakukan pendekatan langsung kepada warga, khususnya RT 01 Kampung Dupak Magersari, sebagai wilayah fokus studi. Pendekatan ini dilakukan untuk membangun dan menciptakan komunikasi, kepercayaan, dan partisipatif aktif warga dalam keseluruhan proses perencanaan.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa melakukan berbagai metode pengumpulan data, antara lain survei, observasi, serta kegiatan boardgame partisipatif yang melibatkan 30 orang warga RT 01. Metode boardgame digunakan sebagai media diskusi interaktif untuk mengali persepsi, pengelaman, serta strategi adaptasi warga terhadap kondisi panasi di lingkungan tempat t inggal mereka. Selain itu, mahasiswa juga melaksanakan heat diary yang diikuti oleh 9 ibu ibu warga, khususnya yang terlibat dalam kegiatan perbaikan rumah. Heat diary ini dilakukan selama 7 hari berturut-turut untuk merekam pengalaman harian warga dalam menghadapi suhu panas di dalam dan sekitar rumah.

Kegiatan survei keliling kampung didampingi oleh Ketua RT 01

Pendampingan mahasiswa dan ARKOM Jatim dalam sesi pengisian Heat Diary bersama 9 ibu-ibu program perbaikan rumah

Kegiatan bermain board game melibatkan 30 warga RT 01 Kampung Dupak Magersari, dengan pendampingan dari rekan-rekan mahasiswa dan ARKOM Jatim
Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan pendekatan kuantitatif dan spasial. Mahasiswa memanfaatkan data citra satelit yang meliputi Land Surface Temperature (LST), tutupan vegetasi, arah angin, dan kelembapan. Data tersebut diolah dan disajikan dalam bentuk peta tematik sebagai output analisis spasial. Selain itu, analisis sosial dilakukan berdasarkan hasil survei, observasi, dan boardgame dengan menghitung tiga komponen utama, yaitu adaptive capacity, exposure, dan sensitivity. Hasil dari perhitungan tersebut menghasilkan peta analisis kerentanan para warga terhadap fenomena Urban Heat Island di Kampung Dupak Magersari.
Berdasarkan seluruh proses analisis dan pendekatan partisipatif yang dilakukan, mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Negeri Surabaya kemudian merumuskan strategi dan upaya mitigasi perubahan iklim yang dapat diterapkan oleh warga dalam kehidupan sehari-hari. Strategi adaptasi individu yang direkomendasikan antara lain menggunakan pakaian tipis, mandi lebih sering, memperbanyak konsumsi air minum, mengurangi aktivitas berat, membuka jendela dan pintu untuk sirkulasi udara, menambah penggunaan kipas angin, serta berpindah ke tempat yang lebih sejuk saat suhu ekstrem.
Selain itu, mahasiswa juga menyusun rekomendasi strategi rumah sehat untuk mengurangi dampak panas, seperti penerapan shading (tirai UV, screen, kanopi), insulasi atap murah (bubble foil atau aluminium foil), penambahan vegetasi melalui tanaman gantung, tanaman rambat, taman saku, dan penanaman pohon, serta penerapan cool roof (atap berwarna putih atau abu-abu terang) dan cool wall (dinding luar berwarna terang). Strategi lain yang disarankan meliputi penggunaan tanaman rambat pada dinding yang terpapar panas serta penggantian atap seng atau galvalum menjadi genteng keramik.


Sebagai penutup, salah satu mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Negeri Surabaya menyampaikan apresiasi atas keterlibatan seluruh pihak dalam kegiatan ini.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada warga RT 01 Kampung Dupak Magersari yang telah meluangkan waktu, menerima, dan berpartisipasi dengan penuh keikhlasan selama proses kegiatan berlangsung. Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada rekan-rekan mahasiswa Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Negeri Surabaya Kelas B yang telah berkontribusi aktif dalam setiap tahapan kegiatan, ARKOM Jatim yang menjadi jembatan penghubung sekaligus pendamping kami di lapangan, serta Ibu Abdiyah Amudi, S.T., M.T. yang telah meluangkan waktu untuk memberikan arahan, masukan, dan bimbingan selama proses pembelajaran ini. Kami berharap informasi dan hasil kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi seluruh pihak yang terlibat serta menjadi pembelajaran bersama dalam menghadapi fenomena Urban Heat Island.” - Mahasiswa Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Negeri Surabaya.
-PWK 2024B-