Workshop Pengumpulan Data Keanekaragaman Hayati Perkotaan Digelar di Bandung: Kolaborasi Tunas Nusa, DLH, dan KEHATI
Workshop ini bertujuan untuk membekali peserta dengan keterampilan dasar dalam mengidentifikasi dan mendokumentasikan keanekaragaman hayati di lingkungan perkotaan, sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya konservasi di tengah pesatnya pembangunan kota.
Dalam sambutannya, perwakilan dari DLH Bandung menyatakan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi pemerintah kota untuk mengembangkan konsep kota lestari dan berbasis data.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif ini. Data yang dikumpulkan nantinya akan sangat berguna sebagai dasar perencanaan kebijakan lingkungan yang berbasis bukti,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan dari Yayasan KEHATI menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam pelestarian keanekaragaman hayati.
“Urban biodiversity sering terabaikan, padahal kota menyimpan kekayaan hayati yang unik. Melalui kegiatan ini, kami ingin masyarakat bisa lebih peduli dan aktif mencatat keberadaan flora dan fauna lokal,” katanya.
Workshop ini diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang, termasuk mahasiswa, aktivis lingkungan, dan warga lokal. Selama kegiatan, peserta dibekali materi tentang metodologi pencatatan data biodiversitas, teknik identifikasi spesies, serta praktik lapangan di beberapa titik hijau Kota Bandung.
Tim dosen dari UNESA yang hadir sebagai observer turut memberikan masukan terhadap metode dan pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini. Kehadiran mereka diharapkan dapat memperkuat jejaring akademik antar daerah dan membuka peluang kolaborasi riset lintas institusi.
Perwakilan Tunas Nusa menyampaikan bahwa data yang terkumpul dari kegiatan ini akan diproses dan disusun dalam laporan yang dapat diakses publik, serta menjadi bahan advokasi lingkungan ke depannya.
Kegiatan ini menjadi langkah nyata sinergi antara masyarakat sipil, pemerintah, akademisi, dan organisasi lingkungan dalam upaya pelestarian biodiversitas di wilayah urban, sekaligus menegaskan bahwa kota bukanlah penghalang bagi kehidupan alami, melainkan bagian darinya.
-Tim Web-